Mengapa Memilih Jabon untuk Dibudidayakan?

Mengapa Memilih Jabon ?

Posted at January 10, 2014 | By : | Categories : Mengapa Memilih Jabon untuk Dibudidayakan? | 3 Comments

Jabon merupakan tanaman kayu yang sebenarnya tumbuh liar di hutan. Tumbuhan ini sebenarnya dulu di tahun 1970-an sangat terkenal namun karena perkembangan eksploitasi hutan dan beralih fungsinya hutan menjadi ladang atau kebun menjadikan tanaman ini sulit ditemukan. Tanaman jabon sebenarnya merupakan tanaman yang dapat menjadi konservasi bagi tanah dan hutan karena sifatnya yang memiliki akar serabut dan banyak sekali menyerap air. Sebagai tanaman hutan, jabon jarang sekali dibudidayakan karena karakteristik tanamannya membuat budidaya jabon menjadi unik dan sangat tergantung pada alam sehingga tidak dapat direkayasa. Tanaman jabon mulai dilirik oleh pelaku ekonomi semenjak bahan baku industri perkayuan memiliki keterbatasan sumber daya sehingga memerlukan alternatif bahan baku. Ketersediaan bahan baku industri perkayuan seperti jati, sengon, mahoni, dan lain-lain sangat terbatas karena memang umur tebang pohon yang relatif lama (lebih dari 10 tahun).

Karakteristik jabon :

  1. Jabon mudah tumbuh tanpa perlakuan khusus dan ekstrim.
  2. Batang jabon memiliki karakteristik yang unik yaitu silindris dan tegak lurus.
  3. Cabang jabon dapat rontok dengan sendirinya (self prunning) sesuai dengan umur dan iklim sehingga dapat mengoptimalkan tumbuh kembang batangnya secara mandiri.
  4. Warna kayu jabon putih kekuning-kuningan sehingga memenuhi syarat karakteristik bahan baku  furniture.
  5. Serat kayu jabon padat halus sehingga sangat sesuai untuk bahan baku  plywood atau  furniture.
  6. Jabon memiliki ekologi tumbuh pada ketinggian 0 sampai 1000 m dpl sehingga memiliki cakupan kesesuaian tanam yang lebih luas dibanding tanaman kayu yang lain.
  7. Tanaman jabon dapat tumbuh pada pH tanah antara 4,5 sampai 7,5.
  8. Tanaman jabon dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 1500 sampai dengan 3000 mm/th.
  9. Suhu lingkungan tempat tanaman jabon tumbuh berkisar antara 140 – 400 C.
  10. Usia tebang jabon relatif singkat yaitu berkisar antara 5 sampai 7 tahun.
  11. Secara ekonomis, jabon merupakan bahan baku untuk pembuatan industry triplek/ plywood, kertas, furniture, kerajinan tangan, pensil, sumpit, mainan anak anak, lantai kayu, dinding kayu dan lain-lain.

Nilai Ekonomi Jabon yang Menggiurkan

Menanam jabon bagaikan menanam emas , sebab kebutuhan kayu akan terus meningkat, karena saat ini pemerintah melarang penggunaan kayu bulat hasil tebangan hutan alam, akibatnya banyak industri tutup akibat kekurangan pasokan kayu, jadi pada masa mendatang, harga kayu jabon akan semakin meningkat terus. Investasi tanaman keras/kayu yang menguntungkan dan menjanjikan. Berdasarkan karakteristik jabon dan keunggulannya secara ekonomis maka kita perlu melirik  jabon menjadi salah satu alternatif untuk usaha karena memiliki peluang yang masih terbuka lebar dan sangat berpotensi return (tingkat pengembalian modal) yang besar bagi kegiatan investasi anda.

Dalam 5-6 tahun, dengan perawatan yang optimal, pertumbuhan jabon akan bisa mencapai 1 m3 (satu meter kubik) dan saat ini harga per kubik menembus angka lebih dari 1 juta rupiah.

Harga kayu jabon per kubik pada tahun 2013 adalah sebagai berikut :

  1. Diameter 30-39 cm    =          Rp 1.000.000,-
  2. Diameter 40-49 cm    =          Rp 1.150.000,-
  3. Diameter > 50 cm,      =          Rp 1.300.000,-.

Harga ini diprediksi akan mengalami kenaikan seiring dengan tingkat kebutuhan dan permintaan yang semakin bertambah tiap tahunnya, sedangkan persediaan kayu jabon semakin lama semakin terbatas.

About GLI Admin

Pelopor penanaman jabon di Jawa Timur, Info lengkap kunjungi www.greenleafindonesia.co.id atau telp kami di 0341-722188 dan 0335-420333

Comment

  • Hanafi

    November 1, 2014 at 3:47 pm

    Terimakasih Pak atas Informasinya, saya jadi tertarik mau nanam jabon.

    • GLI Admin

      November 3, 2014 at 9:58 am

      Sama sama pak, semoga sukses, jika panen kami siap menampung, salam penghijauan

Trackbacks for this post

Leave a Comment